30.9.07

Lelaki dan CInta

Apakah yang kalian perjuangkan setiap kali melaungkan kata "cinta"? Apakah yang kalian taruhkan setiapkali kalian berkata kata tentang hal hati dan pengorbanan? Nafsu? yang mitosnya menjadi penghubung untuk mengeratkan rasa? atau; Setia yang kononnya bukti perasaan itu tidak pernah berbelah bagi? atau; korban? yang khabarnya mampu menjadi bukti betapa cintanya kalian kepada kaum seperti saya?

(tersenyum) Seringkali persoalan tentang ini di ajukan kepada saya. Saya juga tidak jemu jemu menulis dan menerangkan tentang hal yang sama. Perbincangan tentang cinta dan lelaki ini adalah satu topik yang paling menarik untuk dicanangkan di kalangan saya dan teman-teman. Tentang di mana letaknya rasa itu sebenar benarnya. Adakah cinta lelaki itu terletak pada wajah. Atau mungkin pada buah dada semata mata?
this picture's taken from float's friendster.

Apabila berbicara tentang cinta, sedikit demi sedikit kita akan dapat mengenal siapa diri kita, di mana kita berdiri, bagaimana ianya terjadi, mengapa, kenapa, bila. Pendapat ternyata mempunyai beza yang besar di antara dua jantina ini. Dimana benarnya? Masing masing tidak tahu. Masing masing sibuk mendabik dada menyatakan "benar" tentang dirinya.


Bagi saya Lelaki dan cinta, ibarat menggenggam pasir yang halus. Bayangkan pasir yang halus itu. Yang mulus dan khalis sifatnya. Digenggam kuat, namun, yang pastinya pasir pasir itu pasti menjerlus ke celah celah cari dan akhirnya hilang diterbang angin. Tidak kiralah berapa lama. Setahun, 2 tahun 3 tahun, pasir halus yang digenggam MUSTAHIL akan terus berada di dalam genggaman. Kadang kadang boleh jadi, genggaman sengaja dilepaskan, semata mata ingin menggenggam pasir di daerah yang baru, atau, semata mata untuk hidup tanpa menggenggam apa apa.

Ada yang kononnya berjanji untuk menunggu sehingga hati saya terbuka dan berbunga, tapi sampai masa, ceritanya berubah menjadi satu plot yang amat merentan jiwa. Bagaikan terbangun dari tidur yang lama. tidur siang yang sengaja dibiarkan tanpa dikejut bangun. MUdahnya mereka bermain dengan emosi dan hati saya. Kenapa ya? Apakah lemahnya saya di sini? Saya cuba mencari-cari. Apakah selama ini yang terpamer di wajah saya sehingga begitu mudah saya dipermain2kan, diperkotak katikkan?

Saya berharap, saya mampu berjalan sendiri selepas ini. Membuang semua memori yang bertukar tukar bagaikan slide di kepala dan mimpi saya. Mampukah? Setiap hujan untuk melupakannya? Saya perlu mengusir hujan dari turun di tempat saya berdiri. Mampukah? Setiap malam tiba untuk melupakannya? Saya perlu menutup mata sebelum saya tahu malam akan tiba. Mampukah? Setiap kali berjalan untuk melupakannya? Saya perlu berpindah ke suatu tempat di mana saya tidak akan terlihat bayangnya tersenyum dan tawa kala bergurau senda. Mampukah? Menahan sakit tangis ini? Saya perlu mendongak ke langit setiap kali air mata bergenang, untuk menahannya dari terus tumpah ke tanah.

Lelaki dan cinta...BULLSHIT kah semua?

p/s: im not ready to smile again. so please dont ask me for a date.
----------------
Now playing: Bic Runga - When I See You Smile
via FoxyTunes



1 comment :

k u m b a n g m e r a h said...

RILEK AR BEB.. MARILAH MERENUNG BULAN..